CARIKABAR.COM - Ini pembelaan Jusuf Kalla untuk Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), duet yang memenangi putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, 11 Juli 2012. Mantan Wakil Presiden RI itu memastikan Ibu Kota Negara kita, DKI Jakarta pernah dipimpin nonmuslim, bahkan sebagai gubernur.
"Jakarta juga pernah dipimpin oleh orang Kristen, dia adalah Henk Ngantung, dia gubenur," ujar Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu, 5 Agustus 2012.
Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) memang meningkat tajam menjelang perhelatan Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, 20 September mendatang. Isu itu sempat menghantam Jokowi-Ahok. Kebetulan, Ahok yang berdarah Tionghoa, memang nonmuslim.
Menurut Jusuf Kalla, Indonesia bukanlah negara dengan dasar agama tertentu, melainkan berlandaskan Pancasila yang mengakui adanya lima agama. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu juga mengungkapkan, Indonesia pernah memunyai sembilan pemimpin daerah beragama non-Islam. "Selama itu pula tidak ada masalah SARA. Menurut saya ini kita kembali ke negara Pancasila yang menerima perbedaan."
Saat JK mendengar isu Jokowi seorang nonmuslim, ia langsung mencari tahu. "Saya sampai cari tahu Jokowi ini sekuler, Muhammadiyah atau NU. Akhirnya saya telepon teman, ternyata Jokowi itu NU."
Jokowi mengaku sejak awal ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, JK yang mendukungnya. Ia mengaku sempat menyembunyikan adanya dukungan ini dari publik. "Karena secara etika kan enggak benar, Pak JK kan dari Golkar, sedangkan Golkar ada calonnya." Di putaran pertama Golkar mendukung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampurno.
Di luar itu, Jokowi merasa dukungan-dukungan dari para tokoh kepada dirinya tidak perlu diumbar ke publik. "Masa seperti itu harus diungkap-ungkapin.
Sumber : http://www.carikabar.com

0 Response to "Jusuf Kalla: Jokowi itu NU"
Post a Comment