Latest Updates

GP Ansor Semarang Kuatkan Basis di Pinggiran


Tembalang (gp-ansor.org)- Kaderisasi di internal badan otonom NU khususnya di wilayah perkotaan sedikit terhambat. Hal inilah yang membuat GP Ansor Kota Semarang perkembangannya jalan di tempat.
Ketua GP Ansor Kota Semarang Syaichu Amri mengakui pengembangan organisasi kepemudaan milik NU itu kerap timbul tenggelam. “Secara kaderisasi kami kesulitan, sulit mencari pemuda-pemuda saat ini. Saya tidak tahu alasan apa yang membuat mereka enggan untuk bergabung dengan Ansor,” ujar dia di sela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Kota Semarang, kemarin.
Selama tiga hari, sekitar 300 pemuda NU itu melakukan PKD dan diklatsar Banser di lapangan tembak Kodam Bukit Blimbing, Tembalang. Acara dibuka Wali Kota Soemarmo HS dan ditutup Ketua Umum Ansor, Nusron Wahid. Pelbagai kegiatan digelar, mulai wawasan nusantara, kedisiplinan, sampai pada puncaknya berupa pembaretan anggota Banser.
Dalam pemantauan, kesulitan kaderisasi terjadi khususnya di wilayah perkotaan. Namun beda hal dengan wilayah pinggiran seperti Kecamatan Genuk, Tugu, Gunungpati, Mijen, Tembalang, keberadaan Ansor dan Banser masih ada.
Dalam 12 tahun terakhir ini, Ansor Kota Semarang hanya mampu menghasilkan enam angkatan.

“Secara kuantitas pertambahannya tidak terlalu signifikan. Namun untuk kualitas organisasi, di sejumlah kecamatan kegiatan NU seperti tahlilan, berzanji, atau kegiatan lain masih hidup,” tandas dia.
Sekretaris PW Ansor Jateng M Puji Wibowo juga mengakui, untuk kaderisasi mulai tahun ini bisa diaktifkan kembali, khususnya wilayah perkotaan seperti Semarang.
“Saya juga mengakui, saat ini sulit mencari orang untuk bergabung dengan Ansor. Kecuali kalau orangtua mereka berasal dari NU, tidak menjadi masalah. Meski terbilang mati segan hidup tak mau, tetapi kalau NU punya kegiatan, mereka semua akan muncul,” ungkapnya.
Saat ini perkembangan organisasi kepemudaan milik NU di daerah yang masih tergolong agraris tergolong maju seperti Magelang, Wonosobo, dan Temanggung. Termasuk pertumbuhan di kawasan Solo raya pun tidak mengecewakan pengurus tingkat provinsi.
“Semarang sudah saatnya dikembangkan lagi. Organisasi NU muncul setiap ada peristiwa besar. Di era tahun 1980 an saat ada operasi ninja, kami hadir setelah itu tiarap lagi. Tahuin ini kami mencoba menghidupkan lagi,” katanya.

Sumber : www.nu.or.id

0 Response to "GP Ansor Semarang Kuatkan Basis di Pinggiran"

Post a Comment